Pekanbaru
Banyak Proyek Masuk Tunda Bayar, Sekda M Noer Akan Tegur Kepala OPD
M Noer
Laporan : Syaiful Misgiono
TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Sekretaris Daerah
(Sekda) Kota Pekanbaru, Muhammad Noer MBS meminta maaf kepada pihak
kontraktor yang masuk tunda bayar. Dirinya mengaku tidak menginginkan
kondisi ini terjadi. Namun akibat keuangan Pemko Pekanbaru yang tidak
mencukupi untuk membayarkan seluruh proyek yang dikerjakan kontraktor, maka pihaknya harus melakukan tunda bayar.
"Sebagai piminan saya mohon maaf kepada rekanan yang masuk tunda
bayar," kata M Noer usai menemui para kontraktor yang mendatangi kantor
Walikota Pekanbaru, Rabu (10/1).
M Noer mengaku akan menegur kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang tetap memberikan proyek
sementara kondisi keuangan tidak memadai. Sebab sebelumnya dirinya
sudah mengingatkan kepada seluruh OPD agar melakukan skala prioritas
terhadap pekerjaan yang akan dilakukan.
"Ini menjadi bahan evaluasi bagi kami. Nanti OPDnya juga akan saya tegur," katanya.
Seperti diketahui, puluhan kontraktor mendadak mendatangi kantor
Walikota Pekanbaru, Rabu (10/1). Mereka ada perwakilan dan pimpinan
perusahaan yang mengerjakan proyek di lingkungan Pemko Pekanbaru. Seperti proyek
semenisasi bahu jalan dan drainase. Baik dibawah nauangan Dinas
Pekerjaan Umum, maupun di bawah nauangan Dinas Perumahan Rakyat dan
Permukiman.
Mereka mendatangi kantor Walikota Pekanbaru karena proyek yang mereka kerjakan tidak kunjung cairkan. Sementara proses pekerjaan di lapangan sudah tuntas di laksanakan.
"Kita tunggu sampai 31 Desember 2017 kemarin ternyata dananya tidak
ada masuk ke rekening perusahaan kita. Totalnya dari 600 paket itu, baru
25 persen yang dibayarkan, sisanya 75 persen lagi belum dibayarkan,"
kata Jannes, salah seorang kontraktor yang ikut mendatangi kantor
Walikota.
Pihaknya meminta agar proyek
yang sudah mereka kerjakan ini segera dibayarkan. Sebab Surat Perintah
Kerja (SPK) sudah dikeluarkan sejak bulan november 2017 lalu.
"Kalau memang defisit kenapa kita tetap disuruh kerja dan SPKnya
dikeluarkan. Kita ini kan perusahaan kecil jadi kalau mau kerja kita
pinjam duit dulu," tuturnya.
Menurut pengakuan Janes, ini bukan yang pertama kali terjadi. Sebelumna juga kejadian serupa juga pernah terjadi.
"Sudah tiga tahun seperti ini, kami selalu dianiaya, tidak pulang
kami ke rumah. Karena semua datang kerumah nagih utang, orang toko
bangunan datang ke rumah, tukang ke rumah. Semua nagih utang," tuturnya.
Sementara Budi Kristo kontrator lainya mengungkapkan, sebelumnya
Pemko Pekanbaru menegaskan setelah tanggal 15 desember tidak ada lagi
pencairan dana proyek. Namun faktanya ada sejumlah kontraktor yang dicairkan dananya diatas tanggal 15 desember.
"Bahkan sampai tanggalk 27 (desember 2017) masih ada yang melakukan pencairan. Ini ada apa," ujarnya.
Para kontraktor ini berharap Walikota Pekanbaru bisa memperhatikan mereka dan mencarikan jalan keluarnya.
"Kami minta tolong ini diperhatian dan dicarikan jalan keluarnya," katanya.
Akibat belum dibayarkanya proyek tersebut, para kontraktor ini dipastikan akan masih akan menunggu pembayaranya di APBD Perubahan 2018 mendatang.
"Kalau tunda bayar berarti di APBD Perubahan 2018 baru dimasukkan. Artinya setahun kami dibayar kan proyek kami, tidak bisa seperti itu, tukang kami gimana, siapa yang mau bayarkan ongkosnya," pungkasnya.
http://pekanbaru.tribunnews.com/2018/01/10/banyak-proyek-masuk-tunda-bayar-sekda-m-noer-akan-tegur-kepala-opd?page=2
Tidak ada komentar:
Posting Komentar