PEKANBARU - Setelah 10 tahun berjalan dengan lembaga pendidikan setingkat SMP/MTs dan SMA/MA, Al Ihsan Boarding School (IBS) Riau yang beralamat di Jalan Pesantren, Desa Kubang Jaya, Siak Hulu, Kabupaten Kampar, Riau kembali mendirikan bangunan untuk jenjang Pendidikan Sekolah Dasar (SD) Islam Terpadu (IT) di lahan seluas 8.000 meter persegi.

Danrem 031/Wirabima, Brigjen TNI Edy Natar Nasution diundang khusus untuk melakukan peletakan batu pertama di bangunan Sekolah Dasar (SD) Al Ihsan Boarding School (IBS) yang dipimpin oleh KH Misran Agusmar.

"Saya merasa terharu, melihat semangat dan kegigihan pak Misran ingin membangun IBS ini lebih baik lagi. Setelah berjalan 10 tahun SMP dan SMA, kini akan membangun SD IT Madinatul Quran IBS Riau. Ini sesuatu kemampuan yang luar biasa, yang tidak semua orang bisa melakukannya," kata Brigjen TNI Edy Natar Nasution pada acara Milad ke 10 IBS Riau, Kamis (11/1/2018).

Edy Natar yang merupakan lulusan Akabri - AD (Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia, Angkatan Darat) tahun 1984 ini mengajak undangan untuk flashback tentang cita-citanya yang kini terwujud menjadi Danrem.

"Kalau kita buka file lama, ada 2 pertanyaan yang harus saya isi saat lulus di Akabri. Pertama apa jabatan militer tertinggi yang saya inginkan dan apa jabatan tertinggi Sipil yang saya inginkan. Karena saya tahunya hanya Komandan Korem, maka saya jawab itu. Padahal sebenarnya masih ada yang lebih tinggi lagi," ujar Edy Natar.

Lulusan Akabri AD senior ini juga mengajak anak-anak Al Ihsan Boarding School ini agar jangan takut bercita-cita setinggi-tingginya. Karena cita-cita itu merupakan doa yang InsyaAllah akan terwujud jika dibarengi dengan usaha.

"Dari sekarang tuntutlah ilmu, karena menuntut ilmu itu wajib bagi laki-laki maupun perempuan. Ilmu ini sentral, dan ilmu juga akan menghantarkan kita menuju surga Allah," kata Danrem yang religius ini.

Sebelumnya, Pimpinan IBS Riau, KH Misran Agusmar, menyebutkan Al Ihsan Boarding School (IBS) ini sejak berdiri berkomitnen melahirkan kader-kader penerus cita-cita bangsa yang memiliki integritas keilmuan, kepribadian, dan eksis dalam berbagai sektor kehidupan.

"Tadi kita sudah melihat penampilan anak usia 3 sampai 5 tahun yang sudah mulai menjadi penghafal Al quran. Mereka ini insyaAllah tetap akan menghafal Al quran saat melanjutkan SD di IBS yang gedung belajarnya akan mulai dibangun setelah peletakan batu pertama oleh Danrem 031/Wirabima," kata KH Misran.

Di SD IT Madinatul Quran IBS ini nanti, lanjut Misran, anak-anak dalam kesehariannya akan menggunakan bahasa Inggris, termasuk para gurunya. Ciri khas ini sengaja di programkan agar anak-anak lulusan IBS nantinya tidak canggung saat melanjutkan pendidikan agama ke luar negeri.

"Anak-anak juga akan kita dilatih untuk mengkaji isi Al quran dan hafal Al quran. Al quran menjadi pedomannya dalam menjalankan hidup, anak-anak berakidah bersih, ibadahnya benar, serta cerdas dan berpengetahuan," kata Misran yang terus berfikir bagaimana mengembangan IBS menjadi sarana pendidikan yang terdepan di Kubang.

Milad ke 10 IBS Riau dan sekaligus peletakan batu pertama SD IT Madinatul Quran IBS ini juga dihadiri oleh Kakanwil Kementrian Provinsi Riau, Ahmad Supardi, Unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) Siak Hulu, Kampar.***

https://www.goriau.com/berita/pekanbaru/edy-nasution-anakanak-di-riau-tuntutlah-ilmu-dan-citacita-merupakan-doa.html