Sabtu, 13 Januari 2018

ISBT Kenalkan Silek Tuo Hingga ke Eropa

ISBT Kenalkan Silek Tuo Hingga ke Eropa


ISBT Kenalkan Silek Tuo Hingga ke Eropa
Tribun Pekanbaru/ Ilham Yafiz
Jonas Schwertfisch (kanan) berlatih bersama di ISBT Pekanbaru. 

Laporan Wartawan Tribunpekanbaru.com, Ilham Yafiz

TRIBUNPEKANBARU.COM,PEKANBARU - Kesenian beladiri Silek Tuo (Silat Tua) dan Silek Harimau dari Sumatera Barat (Sumbar) kini sudah dikenal publik mancanegara, bahkan sudah dipelajari di Eropa. Banyak warga negara Indonesia (WNI) yang bekerja atau pun melanjutkan pendidikan di Benua Biru tersebut yang membawa kesenian ini.


Termasuk satu di antaranya, Institut Silat Buluh Tua (ISBT) yang berpusat di Kota Pekanbaru, membawa kesenian dan budaya asli Minang Kabau ini ke Eropa, tepatnya ke Jerman. Di sana sudah banyak warganya yang mempelajari Silat Tuo ini.Silat tradisional yang semakin terkenal semenjak diangkat ke layar lebar melalui Film Laga, Merantau tersebut semakin diminati masyarakat eropa.

"Pencak silat atau silek adalah seni bela diri tradisi anak bangsa yang juga disukai di manca negara, terutama di eropa," ungkap Pimpinan ISBT, H.Yuzirman Sutan Malano kepada Tribun, Sabtu (13/1/2018).
ISBT menyebarkan kesenian ini ke Eropa melalui salah seorang murid awalnya, Dimas Surya Alfaruq. Ia membawa kesenian ini bersamaan dengan tugas belajarnya di Jerman. Dimas sendiri merupakan anak kandung Yuzirman.

"Di Pekanbaru sendiri sebagai kota madani dan pusat kebudayaan melayu international telah lama aktif ISBT sebagai sekolah bela diri silat tradisi yg bersumber dari aliran silek tuo," lanjutnya.
Sudah banyak Masyarakat yang mempelajari kesenian beladiri ini, termasuk dari eropa. Minggu lalu, tepatnya 7 Januari, ISBT menggelar silaturahmi dan latihan gabungan di pusat perguruan, jl.Merpati no 5 Sukajadi Pekanbaru.

Seluruh anggota keluarga ISBT hadir dari berbagai daerah, Pekanbaru, Garut, Sumbar, dan dari Jerman. Datang dari jauh, anggota keluarga ISBT, Jonas Schwertfisch, dan Gabriel hadir lebih awal menyusul Dimas yang pulang ke tanah air.
"Keduanya hadir di Pekanbaru, minggu lalu sebagai pusat perguruan. Bersama-sama bersilaturahmi, dan latihan bersama," tandasnya.

Selain mengajarkan teknik bela diri dengan metode latihan yang terukur dan terstruktur dengan peralatan latihan terlengkap dan moderen, ISBT juga aktif dalam kegiatan dan turnamen yang diselenggarakan oleh Ikatan Pencak Siat Indonesia (IPSI) kota Pekanbaru.
Sementara, di eropa, ISBT juga aktif menyebarkan kesenian ini. Dimas yang sedang melanjutkan Study di Jerman juga sering kali berkeliling eropa untuk menggelar Workshop, dan seminar.
Menariknya, selain mengajarkan teknik beladiri, perguruan yang telah hadir di Pekanbaru sejak 2010 ini juga mempunyai program pembentukan karakter utk remaja disamping mengajarkan teknik senam kesehatan dan kebugaran tubuh utk semua tingkat usia. Perguruan ini terbuka untuk semua golongan dan kalangan. Setiap awal bulan Muharam dan awal bulan Januari diselenggarakan latihan gabungan dan silatturrahmi semua tingkatan.
Latihan di ISBT dikelompokan dalam tiga kelompok, remaja, dewasa, dan kelompok lanjut usia, khusus untuk yang berumur 65 tahun ke atas. Tidak ada batasan kalangan dalam mempelajari kesenian ini.
"Kami terbuka untuk semua golongan dan semua kalangan," lanjutnya.
Selain dapat secara langsug berkunjung ke ISBT, masyarakat juga bisa melihat kesenian beladiri ini melalui website resmi mereka, www.silatbuluhtua.com, https://institutesilatbuluhtua.wordpress.com, dan di laman media sosial Facebook, www.facebook.com/buluhtua.
Penulis: Ilham Yafiz

Tidak ada komentar:

Posting Komentar