PWD Ditutup dengan Upacara Adat Lancang Kuning
TribunPekanbaru/Mayonal Putra
Kakwarcab
Pramuka Siak Alfedri memakaikan selempang kepada peaerta fashion show
recycle pada malam penutupan PWD Riau, Minggu (31/12) di Buper Tengku
Buangasmara.
Laporan wartawan Tribunsiak.com, Mayonal Putra
TRIBUNSIAK.COM, SIAK- Seribuan lebih peserta
Perkemahan Wirakarya Daerah (PWD) tampak asik dengan kegiatannya di Bumi
Perkemahan (Buper) Tengku Buang Asmara, Mempura, kabupaten Siak. Penutupan dilaksanakan pada detik-detik malam pergantian tahun, Minggu (31/12/2017).
Penutupan PWD tersebut ditandai dengan upacara adat Lancang Kuning.
Meski sudah 6 hari peserta di lokasi perkemahan, mereka tampak masih
bersemangat. Sehinga kegiatan di malam terakhir berlangsung lancar.
Helat
PWD Riau tersebut secara resmi ditutup oleh Ketua Kwartir Daerah (Ka
Kwarda) Riau Azali Djohan. Ia bangga dengan pesrrta yang telah sukses
menjalani seluruh rangkaian kegiatan secara baik. Ia melihat, dari PWD
tersebut pramuka Riau akan terus berkembang.
"Saya yakin, dengan tingginya kreatifitas anggota pramuka kita, Riau akan semakin maju," kata dia.
Di kesempatan itu, Ketua Kwartir Cabang (kakwarcab) 04.09 gerakan Pramuka Siak,
Alfedri juga mengaku bangga. Sebab, 6 hari 6 malam, seribuan peserta
dari seluruh Riau masih bertahan. Meakipun diguyur hujan selama
kegiatan.
Ia menyampaikan, keberhasilan kwarcab Siak dalam membentuk dan membina karakter anggota pramuka di kabupaten Siak.
Sebagai kwarcab tergiat se-Riau, pihaknya telah memiliki pramuka garuda
sebanyak 178 orang dan guru-guru yang telah mengikuti kursus mahir
dasar lebih 1000 orang.
"Di tahun 2017 ini Kwarcab Siak
telah menerima akreditasi dari Kwarnas yakni, untuk gugus depan (gudep)
dengan predikat A berjumlah 15 gudep, dan predikat B sebanyak 12
gudep," sebut Alfedri.
Selain itu, kata dia, untuk pelaksanaan regristrasi online tiap tiap gudep sudah berjalan 100 persen.
Dia berharap anggota Pramuka
dapat melakukan bakti terbaik dalam membantu masyarakat. Karena pramuka
adalah anggota masyarakat, untuk itu pramuka harus kembali ke
masyarakat dan membangun masyarakat.
“Lakukan yang terbaik untuk masyarakat, karena pramuka untuk
masyarakat melalui tema yang diusung, karya nyata, ikhlas bakti dan
membangun negerii,” pesan Alfedri
Ketua sangka kerja PWD Riau M. Akbar, menyampaikan kegiatan PWD Riau
2017, seperti giat bakti fisik, giat bakti non fisik, giat wawasan, giat
edu-wisata, dan giat seni budaya berlangsung dengan kualitas yang baik.
Bahkan sesuai dengan tema yang diusung, beraksi yaitu berkarya,
berbakti dan berinovasi.
Giat bakti fisik dilakukan dengan terjun langsung ke masyarakat. Giat
ini meliputi ronovasi rumah layak huni, renovasi sarana ibadah,
pembangunan tugu PWD, pembuatan WC VIP di Buper, penanaman pohon
produktif dan penghijauan lingkungan kota.
Sementara
giat non fisik, seperti, cek kesehatan, sunat masal, gerakan pramuka
sehat, dan apotik hidup. Kemudian kegiatan kampung belogo yaitu,
penyuluhan HIV, Narkoba, dan KPAI.
Untuk seni dan budaya, meliputi belajar masakan tradisional melayu Riau, latihan memanah, tari zapin, tour edukasi ke istana Siak dan bangunan Tangsi Belanda.
Di ujung acara, Kakwarda Riau dan Kakwarcab Siak menyerahkan penghargaan, hadiah lomba dan pemasangan selendang fashion show recycle.
http://pekanbaru.tribunnews.com/2018/01/01/pwd-ditutup-dengan-upacara-adat-lancang-kuning?page=2
Tidak ada komentar:
Posting Komentar