Senin, 01 Januari 2018

PWD Ditutup dengan Upacara Adat Lancang Kuning

PWD Ditutup dengan Upacara Adat Lancang Kuning

Siak 


PWD Ditutup dengan Upacara Adat Lancang Kuning
TribunPekanbaru/Mayonal Putra

Kakwarcab Pramuka Siak Alfedri memakaikan selempang kepada peaerta fashion show recycle pada malam penutupan PWD Riau, Minggu (31/12) di Buper Tengku Buangasmara. 

Laporan wartawan Tribunsiak.com, Mayonal Putra
TRIBUNSIAK.COM, SIAK- Seribuan lebih peserta Perkemahan Wirakarya Daerah (PWD) tampak asik dengan kegiatannya di Bumi Perkemahan (Buper) Tengku Buang Asmara, Mempura, kabupaten Siak. Penutupan dilaksanakan pada detik-detik malam pergantian tahun, Minggu (31/12/2017).

Penutupan PWD tersebut ditandai dengan upacara adat Lancang Kuning. Meski sudah 6 hari peserta di lokasi perkemahan, mereka tampak masih bersemangat. Sehinga kegiatan di malam terakhir berlangsung lancar.
Helat PWD Riau tersebut secara resmi ditutup oleh Ketua Kwartir Daerah (Ka Kwarda) Riau Azali Djohan. Ia bangga dengan pesrrta yang telah sukses menjalani seluruh rangkaian kegiatan secara baik. Ia melihat, dari PWD tersebut pramuka Riau akan terus berkembang.
"Saya yakin, dengan tingginya kreatifitas anggota pramuka kita, Riau akan semakin maju," kata dia.
Di kesempatan itu, Ketua Kwartir Cabang (kakwarcab) 04.09 gerakan Pramuka Siak, Alfedri juga mengaku bangga. Sebab, 6 hari 6 malam, seribuan peserta dari seluruh Riau masih bertahan. Meakipun diguyur hujan selama kegiatan.
Ia menyampaikan, keberhasilan kwarcab Siak dalam membentuk dan membina karakter anggota pramuka di kabupaten Siak. Sebagai kwarcab tergiat se-Riau, pihaknya telah memiliki pramuka garuda sebanyak 178 orang dan guru-guru yang telah mengikuti kursus mahir dasar lebih 1000 orang.
"Di tahun 2017 ini Kwarcab Siak telah menerima akreditasi dari Kwarnas yakni, untuk gugus depan (gudep) dengan predikat A berjumlah 15 gudep, dan predikat B sebanyak 12 gudep," sebut Alfedri.
Selain itu, kata dia, untuk pelaksanaan regristrasi online tiap tiap gudep sudah berjalan 100 persen.
Dia berharap anggota Pramuka dapat melakukan bakti terbaik dalam membantu masyarakat. Karena pramuka adalah anggota masyarakat, untuk itu pramuka harus kembali ke masyarakat dan membangun masyarakat.

“Lakukan yang terbaik untuk masyarakat, karena pramuka untuk masyarakat melalui tema yang diusung, karya nyata, ikhlas bakti dan membangun negerii,” pesan Alfedri
Ketua sangka kerja PWD Riau M. Akbar, menyampaikan kegiatan PWD Riau 2017, seperti giat bakti fisik, giat bakti non fisik, giat wawasan, giat edu-wisata, dan giat seni budaya berlangsung dengan kualitas yang baik. Bahkan sesuai dengan tema yang diusung, beraksi yaitu berkarya, berbakti dan berinovasi.
Giat bakti fisik dilakukan dengan terjun langsung ke masyarakat. Giat ini meliputi ronovasi rumah layak huni, renovasi sarana ibadah, pembangunan tugu PWD, pembuatan WC VIP di Buper, penanaman pohon produktif dan penghijauan lingkungan kota.
Sementara giat non fisik, seperti, cek kesehatan, sunat masal, gerakan pramuka sehat, dan apotik hidup. Kemudian kegiatan kampung belogo yaitu, penyuluhan HIV, Narkoba, dan KPAI.
Untuk seni dan budaya, meliputi belajar masakan tradisional melayu Riau, latihan memanah, tari zapin, tour edukasi ke istana Siak dan bangunan Tangsi Belanda.
Di ujung acara, Kakwarda Riau dan Kakwarcab Siak menyerahkan penghargaan, hadiah lomba dan pemasangan selendang fashion show recycle.

http://pekanbaru.tribunnews.com/2018/01/01/pwd-ditutup-dengan-upacara-adat-lancang-kuning?page=2

Tidak ada komentar:

Posting Komentar