BSSN Antisipasi Serangan Siber di Pilkada 2018
Media Indonesia - 07 Januari 2018 07:25 wib
Mayjen TNI Djoko Setiadi
mengucapkan sumpah jabatan sebagai Kepala Badan Siber dan Sandi Negara
(BSSN) saat pelantikan di Istana Negara, Jakarta, Rabu (3/1). (Foto:
ANTARA/Puspa Perwitasari)
Jakarta: Serangan siber dimungkinkan muncul saat
berlangsungnya kontestasi pilkada serentak 2018. Badan Siber dan Sandi
Negara (BSSN) pun menjamin bakal mengantisipasi serangan siber tersebut.
"(Kita) jamin dong (pilkada). Kita enggak boleh bilang enggak ada
serangan, kemungkinan saja ada, tapi antisipasi. Justru kita antisipasi,
kita siapkan pertahanan (siber) yang kuat sehingga tidak bisa ditembus
pihak siapapun," kata Kepala Badan Siber dan Sandi Negara Mayjen TNI
Djoko Setiadi saat dihubungi Media Indonesia, Sabtu, 6 Januari 2018.
Menurut dia, serangan siber sangat mungkin terjadi. Karena itu, ia
menilai membangun pertahanan siber secara maksimal sangat penting.
"Kalau kita kuat (pertahanan sibernya), enggak bisa diserang, aman," ucapnya.
Ia mengatakan pihaknya akan berkomunikasi dengan lembaga terkait untuk
mengantisipasi serangan siber tersebut, seperti KPU dan ementerian
Komunikasi dan Informatika.
Sebelumnya, Djoko menegaskan pihaknya akan menjaga netralitas selama
pilkada 2018 dan pemilu 2019. "Percayalah kami ini tentang kegiatan
pilkada dan pilpres tidak pernah berpihak pada satu kelompok atau satu
partai pun. Kami netral," ucap dia.
Baca: https://www.medcom.id/nasional/politik/nbw3wExb-bssn-diminta-tak-terbawa-arus-politik
Untuk jangka pendek, BSSN akan menyusun struktur organisasi serta
mengisi jabatan-jabatan dengan sumber daya manusia. Tahapan serta
perencanaan telah disiapkan, termasuk anggaran yang mulai dibahas dengan
Komisi I DPR pada 16 Januari 2018.
BSSN kini masih berkoordinasi dengan pemangku kepentingan lain seperti
Kementerian Komunikasi dan Informatika, Badan Intelijen Negara dan
Polri. "Yang kami ajukan betul-betul tepat sehingga berfungsi, kami
menghindari alat-alat yang tidak berfungsi dan tidak berguna apalagi
kalau sudah dikerjakan oleh instansi lain," kata Djoko.
Untuk jangka panjang, BSSN nantinya tidak hanya mengamankan instansi
pemerintah, tapi juga BUMN, sektor privat dan perlindungan pada
masyarakat.
BSSN merupakan revitalisasi Lembaga Sandi Negara dengan tambahan
Direktorat Keamanan Informasi, Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika
Kemkominfo. BSSN memiliki tugas dan fungsi di bidang persandian serta
keamanan informasi, pengamanan pemanfaatan jaringan telekomunikasi
berbasis protokol internet, keamanan jaringan dan infrastruktur
telekomunikasi.
Secara terpisah, Anggota Komisi I DPR RI Roy Suryo mengatakan ada banyak
harapan terhadap pembentukan BSSN tersebut. Namun, menurut dia, masih
ada sejumlah hal yang harus disiapkan agar lembaga tersebut dapat
berfungsi secara maksimal.
Apalagi, sambung Roy, dalam pilkada serentak 2018 dan pemilu 2019
potensi serangan siber sangat mungkin terjadi. Ia meminta kepada Kepala
BSSN untuk bergerak cepat menyiapkan infrastruktur lembaganya tersebut,
seperti regulasi dan struktur organisasi di BSSN.
"Kepala BSSN harus bergerak cepat. Tapi sekali lagi netralitas dan independensi itu penting," ucap dia.
Ia menekankan DPR sangat mendukung BSSN untuk bisa berfungsi secara
maksimal. Komisi I pun akan menjadwalkan rapat kerja dengan Kepala BSSN
pada masa sidang nanti.
"Kami dari DPR siap mendukung, karena ini (BSSN) keniscayaan, harus ada," tandasnya. (Nur Aivanni)
(AZF)
http://m.metrotvnews.com/news/politik/yKXVgmab-bssn-antisipasi-serangan-siber-di-pilkada-2018
Tidak ada komentar:
Posting Komentar