Senin, 08 Januari 2018

Sekda Minta Bapenda Bekerja Keras Kejar PAD

Sekda Minta Bapenda Bekerja Keras Kejar PAD


Sekda Minta Bapenda Bekerja Keras Kejar PAD
Ilustrasi 

Laporan wartawan Tribun Pekanbaru, Nasuha Nasution
TRIBUNPEKANBARU.com, PEKANBARU - Sekretaris Daerah Provinsi Riau Ahmad Hijazi mengingatkan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) untuk mengejar target pendapatan dengan maksimal pada tahun 2018 ini. Karena tahun 2017 lalu ada beberapa item pendapatan yang tidak bisa tercapai maksimal.
"Bapenda harus bekerja keras mengejar target 2018 ini, karena target yang dibuat juga semakin besar, "ujar Sekda Provinsi Riau Ahmad Hijazi kepada Tribun Senin (8/1).


Berbagai cara dan inovasi baru harus dimunculkan Bapenda dalam mengejar target tersebut, sehingga pendapatan yang ditargetkan betul-betul tercapai maksimal. Dengan demikian tidak terjadi defisit anggaran ketika pendapatan tidak tercapai nantinya.
"Saya sudah tekankan untuk bekerja keras, dimanfaatkan semua potensi yang ada di UPT, ketika ada persoalan harus dilakukan komunikasi dan kordinasi. Sehingga tidak berdampak kepada pencapaian, "ujar Sekda.
Sebagaimana tahun 2017 lalu Capaian yang bisa diraih Bapenda hanya untuk Sektor Pajak Kenderaan Bermotor (PKB). Sedangkan Bea Balik Nama Kenderaan Bermotor (BBNKB), pajak BBM dan Air Permukaan tidak tercapai target.
Ada sekitar Rp200 Miliar target yang tidak tercapai dari yang ditargetkan Rp3 Triliun. Namun tahun 2018 target pendapatan sendiri akan meningkat menjadi Rp3,2 Triliun.
"Makanya Bapenda tetap harus maksimal kedepannya, berbagai cara akan dilakukan, "ujar Sekda.
Untuk meningkatkan pendapatan juga, Sekda meminta perjuangan pejabat di OPD ke pusat, sehingga anggaran bersifat transfer ke daerah juga semakin meningkat.

"Selain memaksimalkan Bapenda juga harus intens berjuang ke pusat mengenai hal transfer ke daerah, bagaimana caranya agar porsi untuk Riau lebih besar lagi, "jelas Sekda.

Sementara itu Kepala Bapenda Riau melalui Kabid Pajak Ispan Syahputra mengatakan untuk tahun 2818 sendiri memang target lebih besar, namun Ia yakin akan melakukan upaya mengejar target tersebut maksimal.
"Kami akan rancang untuk mengejar wajib pajak, seperti selama ini pajak air permukaan akan dimaksimalkan lagi dengan mendatangi Perusahaan, "ujar Ispan Syahputra.

Begitu juga untuk Pajak Kenderaan Bermotor juga akan digandeng pihak dealer untuk memaksimalkan pembayaran pajak kenderaan, sehingga celah selama ini bisa diatasi.

"Tentunya pelayanan dilapangkan juga akan berbeda dengan melakukan jemput bola kepada para wajib pajak, "ujar Ispan.
Dalam menjalankan tugas di lapangan, Bapenda juga akan bekerjasama dengan Satpol PP untuk tegakkan Peraturan Daerah dan Pemerintah Kabupaten /Kota juga yang memiliki daerah.
"Kami minta dukungan penuh Kabupaten /Kota karena pajak yang dibayarkan juga untuk Kabupaten Kota melalui Bagi hasil, "ujar Ispan.
Ispan menyebutkan pada tahun 2017 sudah dilakukan dengan bekerjasama bersama Satpol PP, hasilnya cukup baik dimana bersama Satpol PP mengejar penunggak pajak alat berat.
"Tahun ini tidak hanya alat berat saja, melainkan pajak kenderaan mewah juga dan semuanya akan dilakukan jemput bola, "ujar Ispan.
Dampak RTRW

Selain masalah Tekhnis di Bapenda yang belum maksimal menurut Sekda persoalan lain yang menjadi penyebab hambat pendapatan yakni masalah Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Riau yang belum final sampai saat ini.

"Ini juga dampak RTRW, berapa banyak Perusahaan atau investor yang terhambat masuk dan tentunya kehadirannya akan menghasilkan PAD bagi Riau, "ujar Sekda.
Seperti izin operasional sejumlah pengeboran minyak di Riau menurut Sekda akan berdampak, apalagi kedepannya diprediksi harga minyak juga akan kembali meningkat.

"Kita berharap saja tata ruang cepat agar tidak Terkendala masalah migas. Kalau itu berjalan semuanya akan berdampak, terutama PAD kita, "ujarnya.

Sekda juga bersyukur dalam waktu dekat sudah bisa kirim Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) yang menjadi syarat RTRW sebelumnya sehingga terjadi penundaan penetapan. Menurut Sekda komitmennya januari minggu depan dikirim ke Mendagri.
"Tapi Insa Allah kita berjuang cepat. Ini juga mengatasi inden investasi dan lainnya. Kalau investasi bertambah tentunya berdampak kepada yang lain,"ujar Sekda.

Sebagaimana diketahui tahun 2017 target investasi Riau juga tidak tercapai karena persoalan RTRW, begitu juga tahun 2016 silam tidak tercapai.(*)

http://pekanbaru.tribunnews.com/2018/01/08/sekda-minta-bapenda-bekerja-keras-kejar-pad?page=3

Tidak ada komentar:

Posting Komentar